Kista Indung Telur

Kista indung telur adalah suatu kondisi di mana terdapat benjolan berisi cairan, nanah, darah atau padatan di dalam indung telur. Kista ini menimbulkan gangguan endokrin berupa meningkatnya hormon androgen sehingga ovulasi terganggu. Adanya kista juga menyebabkan folikel yang diproduksi indung telur tidak berisi sel telur, melainkan hanya berupa cairan. Akibatnya ovulasi tidak terjadi. Memang penderita kista indung telur biasanya tetap mengalami haid, tetapi indung telur tidak menghasilkan telur yang matang dan ovulasi.

Kista indung telur menyebabkan wanita mengalami premenopause, haid tidak teratur, ketidaksuburan, pembesaran indung telur dan rambut rontok. Kista ini juga menyebabkan meningkatkan kadar FSH, LH dan hormon estrogen. Sebaliknya kadar hormon progesteron rendah sehingga kadar hormon pria (anddrogen) meningkat.

Penyakit ini jarang terdeteksi dini, sebab biasanya tidak emnunjukkan gejala-gejala di awal pertumbuhannya. Gejala baru dirasakan setelah kista cukup besar, dapat diraba dan menonjol di dinding perut. Gejala yang muncul di antaranya haid tidak teratur, produksi hormon pria tinggi, mengalami kegemukan, kulit berminyak dan berjerawat. Biasanya kehadiran kista sudah dimulai sejak masa pubertas, tetapi kebanyakan baru diketahui setelah wanita mengadakan pemeriksaan dengan keluhan sulit hamil.

Kista Indung Telur

Kista Indung Telur dan Kehamilan

Pada kasus-kasus tertentu penderita kista indung telur masih memperoleh kehamilan. Namun, adanya kista dapat membahayakan ibu dan janinnya. Embrio dan kista sama-sama membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Keduanya bersaing memperebutkan makanan. Bila embrio kuat maka kista akan mengecil dan menghilang sebelum kehamilan berusia 17 minggu karena tak mendapatkan makanan. Bila kistanya kuat, embrio tak bisa berkembang hingga akhirnya gugur.

Kista dapat terjadi karena adnaya tumor endometriosis akibat adanya darah kotor yang menempel di indung telur. Ada juga kasus yang disebabkan pola makan yang tidak teratur. Kurang mengkonsumsi sayuran dapat mengganggu aktivitas hormonal tubuh sehingga menimbulkan kista.

Kalangan medis biasanya melakukan tindakan operasi untuk menghambat dan mengangkat kista yang terus tumbuh hingga berukuran lebih dari 15 cm. Risikonya indung telur harus ikut diangkat sehingga mengakibatkan infertilitas spontan.

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Indung Telur

Indung telur adalah rongga berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Penyakit kista indung telur di sebut juga kista fungsional karena terbentuk setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi. Kista fungsional akan mengkerut dan menyusut setelah beberapa wakti (setelah 1-3 bulan), hingga biasanya dokter yang mencurigai terbentuk kista menganjurkan penderita melakukan control kembali 3 bulan kemudian. Selama waktu menunggu tersebut. Kadang-kadang dokter menganjurkan penderita agar minum pil KB agar tidak terjadi ovulasi.  Demikan pula yang terjadi bila seorang perempuan sudah menopause, kista fungsional tidak terbentuk. Untuk meyakinkan azpakah perempuan mengidap kista, dokter melakukan pemeriksaan sonogram.

Gejala utama penyakit kista indung telur yang mengalami keganasan adalah tumor di dalam perut yang cepat membesar, dapat pula muncul anak sebar terutama sekitar organ perut. Keganasan indung telur dapat menimbulkan penyulit tambahan berupa asites (cairan yang dikeluarkan oleh sel ganas dan tertimbun di dalam perut), pada anak sebar ke sekitar jaringan dapat menimbulkan pembengkakan tungkai bawah. Pada wanita yang telah mati haid, bila masih teraba indung telurnya (seharusnya tidak teraba), harus ada kecurigaan terhadap keganasan. Wanita yang mengidap keganasan indung telur badan bagian atas tampak kurus sedangkan bagian bawah perutnya membesar, terdapat pembengkakan tungkai bawah karena timbunan cairan. Ini adalah keganasan indung telur stadium lanjut. Untuk membuat ketetapan keganasan dini, memang sulit pada keganasan indung telur dan sebagian besar pasien datang pada stadium yang sudah lanjut. Bila dijumpai keganasan dalam stadium dini sebagian besar dijumpai secara kebetulan saat melakukan operasi tumor indung telur dalam bentuk kista atau tumor padat.

Penyebab utama tumbulnya kista belum diketahui secara pasti. Namun demikian, diduga salah satu penyebab timbulnya penyakit kista indung telur muncul dari rongga seperti kantung tempat tumbuhnya sel telur. Kista pada indung telur bisa muncul secara normal selama siklus menstruasi dan hilang dengan sendirinya  sebelum memasuki siklus menstruasi berikutnya. Kista tersebut juga dapat menyebar hingga ke leher rahim dan diskitar rahim.

Karsinoma indung telur sebagian besar sudah terlambat atau stadium yang tinggi. Diagnosis dini sangat sulit, sebagian besar dijumpai secara kebetulan saat melakukan operasi tumor indung telur dalam bentuk kista atau tumor padat. Karsinoma indung telur sebagian besar ditemukan sudah terlambat atau stadium yang tinggi. Diagnosis dini kista indung telur sangat sulit, sebagian besar pasien terlambat datang memeriksakan diri. Begitu  pasien datang memeriksakan diri sudah dalam stadium lanjut atau stadium IV. Oleh karena tu, keganasan indung telur disebut silent killer atau pembunuh berdarah dingin.

Pengobatan kista indung telur melalui operasi, tetapi sebagian sudah tidak mungkin dilakukan operasi karena besarnya keganasan serta sudah menyebar ke berbagia tempat. Tindakan operasi “sito reduksi” atau debulking artinya melakukan operasi dengan tujuan memperkecil besarnya tumor ganas itu, sehingga dapat dilakukan pengobatan dengan radiasi atau pemberian kemoterapi. Hasilnya tidak memuaskan.

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Kista Indung Telur

1. Kista Folikel

Kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 60 hari. Tetapi harus tetap dikonsultasikan pada dokter.

2. Kista Lutein

a. Kista granulose lutein, yang sering terjadi pada wanita hamil akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi.

b. Kista teka lutein, akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan

3. Kista Polikistik Indung Telur

Untuk kista yang persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit. Bagi wanita yang menjalani operasi kista indung telur, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.

Pengobatan secara tradisional juga bisa dilakukan dengan ramuan tanaman berkhasiat obat.

Berikut ini beberapa contoh resep/ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista ovarium/indung telur :

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

- 60 gram temu putih segar
- 15 gram sambiloto kering

Cara Pemakaian :

- Semua bahan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc
- Lalu disaring airnya
- Kemudian diminum 2 kali sehari
- Setiap kali minum 150 cc

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

- 30 gram daun dewa segar
- 50 gram temu mangga
- 5 gram daging buah mahkota dewa kering

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di cuci bersih
- Lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa setengahnya
- Kemudian disaring
- Airnya diminum untuk 2 kali sehari
- Masing-masing 200 cc

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala-Gejala Kista Indung Telur

Kista ovarium seringkali tidak menunjukkan gejala apapun, bahkan bisa menghilang tanpa disadari. Jika suatu kista menyebabkan gejala, yang paling sering timbul adalah nyeri pada perut atau pelvis.

Rasa nyeri tersebut dapat disebabkan oleh :

- Pecahnya kista

- Pertumbuhan yang cepat dan peregangan

- Perdarahan kedalam kista, dan

- Pelintiran dari kista sekitar suplai darahnya, atau yang lebih dikenal dengan nama torsion

Namun jika seorang wanita memiliki salah satu atau beberapa gejala seperti di bawah ini, maka sangat penting untuk segera memeriksakannya.

Gejala kista dan tumor ovarium meliputi:

- Berat badan bertambah

- Nyeri selama berhubungan intim

- Mual atau muntah

- Kehilangan nafsu makan, cepat merasa kenyang

- Menstruasi yang nyeri dan perdarahan yang tidak wajar.

- Kesulitan miksi (buang air kecil), atau terdesak untuk selalu ingin buang air kecil.

Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab timbulnya kista indung telur. Namun mereka telah mengindentifikasi beberapa faktor resiko yang terkait dengan kista indung telur tersebut, antara lain :

1. Usia, kista indung telur biasanya terjadi pada wanita usia 30 tahun sampai 40 tahun

2. Obesitas, wanita gemuk memiliki lemak yang berlebih di dalam tubuh. Ketidakseimbangan asupan lemak dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dalam tubuh. Akibatnya, hormon estrogen dalam tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Inilah yang dapat memudahkan tumbuhnya kista.

3. Faktor Keturunan, riwayat keluarga ada yang memiliki kista ovarium

4. Tidak memiliki anak atau tidak menyusui. Namun, menggunakan pil KB memiliki efek untuk menurunkan risiko terjadinya kista

5. Menggunakan obat-obatan fertilitas/kesuburan, seperti clomifene

6. Terapi pengganti hormonal

7. Merokok

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Kista Indung Telur

Kista indung telur adalah suatu gangguan atau kelainan yang ditandai dengan adanya kantong berisi cairan di indung telur. Kelainan ini bukan merupakan kanker atau keganasan, namun sering mengganggu.

Bila kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa hal itu bukan kanker. Kista yang besar atau kista yang berjumlah banyak dapat menyebabkan perut wanita membuncit. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul, sakit pinggang dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Secara umum kista indung telur disebabkan oleh gangguan pembentukan hormone pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri. Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama masa kehamilan.

Berikut ini adalah macam-macam kista indung telur :

1. Kista Folikel

Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat didaerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu).

2. Kista Lutein

Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah :

a. Kista Granulose Lutein

Kista granulose lutein terjadi dalam korpus luteum indung telur yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6cm yang menyebabkan rasa tidak enak didaerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut.

Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

b. Kista Theca Lutein

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormone.

3. Kista Polisistik Indung Telur

Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan (infertilitas, yaitu ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Penyakit polisistik indung telur juga merupakan penyebab utama dari abnormalitas endokrin.

Pemeriksaan kista indung telur dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista indung telur, dokter akan melihat indung telur melalui ultrasound, laparoskopi atau melalui operasi.

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment