Kista Indung Telur

Kista indung telur adalah suatu kondisi di mana terdapat benjolan berisi cairan, nanah, darah atau padatan di dalam indung telur. Kista ini menimbulkan gangguan endokrin berupa meningkatnya hormon androgen sehingga ovulasi terganggu. Adanya kista juga menyebabkan folikel yang diproduksi indung telur tidak berisi sel telur, melainkan hanya berupa cairan. Akibatnya ovulasi tidak terjadi. Memang penderita kista indung telur biasanya tetap mengalami haid, tetapi indung telur tidak menghasilkan telur yang matang dan ovulasi.

Kista indung telur menyebabkan wanita mengalami premenopause, haid tidak teratur, ketidaksuburan, pembesaran indung telur dan rambut rontok. Kista ini juga menyebabkan meningkatkan kadar FSH, LH dan hormon estrogen. Sebaliknya kadar hormon progesteron rendah sehingga kadar hormon pria (anddrogen) meningkat.

Penyakit ini jarang terdeteksi dini, sebab biasanya tidak emnunjukkan gejala-gejala di awal pertumbuhannya. Gejala baru dirasakan setelah kista cukup besar, dapat diraba dan menonjol di dinding perut. Gejala yang muncul di antaranya haid tidak teratur, produksi hormon pria tinggi, mengalami kegemukan, kulit berminyak dan berjerawat. Biasanya kehadiran kista sudah dimulai sejak masa pubertas, tetapi kebanyakan baru diketahui setelah wanita mengadakan pemeriksaan dengan keluhan sulit hamil.

Kista Indung Telur

Kista Indung Telur dan Kehamilan

Pada kasus-kasus tertentu penderita kista indung telur masih memperoleh kehamilan. Namun, adanya kista dapat membahayakan ibu dan janinnya. Embrio dan kista sama-sama membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Keduanya bersaing memperebutkan makanan. Bila embrio kuat maka kista akan mengecil dan menghilang sebelum kehamilan berusia 17 minggu karena tak mendapatkan makanan. Bila kistanya kuat, embrio tak bisa berkembang hingga akhirnya gugur.

Kista dapat terjadi karena adnaya tumor endometriosis akibat adanya darah kotor yang menempel di indung telur. Ada juga kasus yang disebabkan pola makan yang tidak teratur. Kurang mengkonsumsi sayuran dapat mengganggu aktivitas hormonal tubuh sehingga menimbulkan kista.

Kalangan medis biasanya melakukan tindakan operasi untuk menghambat dan mengangkat kista yang terus tumbuh hingga berukuran lebih dari 15 cm. Risikonya indung telur harus ikut diangkat sehingga mengakibatkan infertilitas spontan.

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Indung Telur

Gejala Kista Indung Telur – Normalnya, setiap wanita mempunyai dua indung telur atau ovarium. Dan letaknya berada di kanan dan kiri rahim. Indung telur atau ovarium yang berukuran biji kenari adalah salah satu sistem reproduksi wanita. Dan fungsi dari organ ini adalah untuk bisa memproduksi sel telur dalam setiap bulannya dimulai dari masa pubertas hingga menopause. Dan juga berfungsi untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi dari ovarium yang kadang akan mengalami suatu gangguan, salah satunya adalah kista. Kista indung telur atau kista ovarium adalah suatu gangguan yang biasanya sering terjadi. Penyakit kista ovarium yakni suatu kantong yang berisi dengan cairan dan terbentuk didalam ovarium. Kista indung telur mempunyai dua golongan utama, yakni kista fungsional adalah muncul sebagai suatu bagian dari siklus haid. Dan kista yang umum adalah kista yang bisa hilang sendiri dan tidak berbahaya. Berlawanan dengan penyakit kista fungsional, ada jenis kista yang mengandung sel abnormal didalamnya. Dan sebagian kecil dari kista yang mengandung sel abnormal akan beresiko menyebabkan penyakit kanker.

Gejala Kista Indung Telur

Gejala Kista Indung Telur

Gejala Kista Indung Telur

Untuk sebagian besar wanita yang sebelumnya sudah pernah mengalami kista indung telur. Kista yang biasanya tidak menimbulkan gejala kista indung telur dan akan hilang sendiri dalam waktu beberapa bulan. namun kista yang ukurannya besar atau juga kista yang pecah biasanya akan menyebabkan gejala kista indung telur yang lebih serius dan kronis sehingga tidak membutuhkan penanganan lewat jalan operasi. Dibawah ini adalah gejala kista indung telur yang sebaiknya Anda waspadai adalah :

  1. Haid yang tidak teratur
  2. Nyeri dibagian tulang panggul
  3. Buang air kecil yang sering
  4. Sistem pencernaan yang tidak lancar
  5. Merasa kenyang dan juga perut terasa kembung
  6. Susah buang air besar.

Jika gejala kista indung telur ditemukan, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis ginekologi untuk bisa menjalani serangkaian pemeriksa lebih lanjut, dan selain itu juga untuk bisa memastikan diagnosis. Dan misalnya adalah seperti melakukan pemeriksaan pada organ intim, melakukan USG, atau juga melakukan tes darah.

Penyakit kista indung telur biasanya akan hilang sendiri dalam waktu beberapa bulan. supaya bisa memastikannya, maka Anda harus menjalani pemeriksaan USG. Dibawah ini adalah beberapa faktor yang bisa menentukan perlu atau juga tidaknya mengenai tindakan pengangkatan kista:

  1. Ada atau tidaknya gejala yang muncul. Dan sekitar 4 persen dari kasus penyakit kista yang bisa menyebabkan gejala kista indung telur. Dan jika gejala kista indung telur muncul, operasi pengangkatan yang harus dilakukan.
  2. Ukuran dan juga kandungan yang ada didalam kista. Kista dengan ukuran besar dan diperkirakan mengandung adanya sel abnormal harus diangkat dengan jalan operasi.
  3. Kista yang terjadi disaat sedang dalam masa menopause. Wanita yang sudah mengalami menopause biasanya beresiko lebih besar untuk mengalami penyakit kista indung telur yang semakin berkembang dari penyakit kista.

Penderita kista indung telur yang sudah mengalami menopause sangat dianjurkan sekali untuk melakukan tes darah dan juga melakukan pemeriksaan USG secara teratur supaya bisa memastikan kista hilang dalam waktu cepat. Jika tidak, maka kista harus mendapatkan penanganan dengan jalan operasi pengangkatan karena akan beresiko menyebabkan kanker ovarium.

Kista yang sering dinilai bisa mengganggu kesuburan wanita. Hal ini tidak sepenuhnya dianggap benar, karena baisanya kista bisa diangkat dengan jalan mudah tanpa harus mengganggu organ ovarium. Namun untuk jenis kista ovarium yang sudah kompleks, penanganan yang dilakukan dengan jalan operasi akan sangat mempengaruhi tingkat dari kesuburan wanita.

Pemantauan rutin yang biasanya dilakukan jika memang adanya kista tanpa gejala yang terlihat. Kista indung telur tidak membutuhkan penanganan yang khusus. Dan dalam waktu beberapa minggu biasanya akan hilang. Maka untuk bisa memastikannya harus melakukan pemeriksaan USG.

Operasi pengangkatan ovarium secara sepenuhnya yang akan dianjurkan pada kista yang terdeteksi. Dan kemungkinan besar bersifat bisa beresiko menyebabkan kanker atau ganas. Pengangkatan yang dilakukan pada satu ovarium memanglah  akan sedikit mempengaruhi tingkat kesuburan wanita. Namun ovarium atau indung telur yang masih tersisa akan dapat memproduksi hormon dan juga sel-sel telur sehingga peluang untuk  bisa hamil masih dapat terjadi. Dan berbeda dengan penanganan pengangkatan kedua ovarium yang dilakukan. Hal inilah yang bisa memicu menopause dan juga menandakan  adanya suatu kemungkinan Anda atau peluang untuk Anda mendapatkan anak. Pengangkatan dari kedua indung telur bersamaan dengan rahim serta jaringan yang ada di sekitarnya biasanya dilakukan jika memang sudah terbukti adanya sel kanker ganas didalamnya.

Kenali faktor resiko kista indung telur :

  1. Sudah menopause
  2. Usianya sudah lanjut antara 50-60 tahun.
  3. Mempunyai gen mutasi BRCA1 dan BRCA2
  4. Mempunyai keluarga dengan riwayat kesehatan penyakit kanker ovarium
  5. Mengalami penyakit kanker payudara
  6. Sudah pernah melakukan terapi hormon setelah masa menopause
  7. Merokok
  8. Mengalami sindrom ovarium polikistik.
  9. Sebelumnya pernah mengonsumsi obat yang akan meningkatkan kesuburan.
  10. Belum pernah mengalami kehamilan.

Gejala Kista Indung Telur

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kista Indung Telur

Penyebab Kista Indung Telur – Setiap wanita mempunyai dua indung telur atau yang lebih dikenal dengan istilah ovarium. Dan di satu bagian kanan, serta satu lagi dibagian kiri rahim. Indung telur atau ovarium yang mempunyai ukuran sebesar biji kenari merupakan salah satu dari organ reproduksi wanita. Fungsi dari organ ini adalah membantu menghasilkan sel telur setiap bulannya dari mulai masa pubertas sampai masa menopause wanita, dan selain itu kegunaannya juga untuk membantu memproduksi hormon estrogen dan juga hormon progesteron.

Penyebab Kista Indung Telur

Penyebab Kista Indung Telur

Penyebab Kista Indung Telur

Fungsi dari ovarium kadang dapat mengalami suatu gangguan dan penyakit kista adalah salah satu jenis gangguan yang banyak terjadi. Penyakit kista ovarium adalah  kantong yang berisi dengan cairan yang sudah terbentuk didalam ovarium. Kista ovarium sendiri mempunyai 2 kategori yang utama. Yakni adalah kista fungsional yang bisa muncul sebagai salah satu bagian dari siklus haid. Dan penyakit kista yang paling umum terjadi biasanya akan hilang dengan sendirinya dan tidak akan berbahaya. Sedangkan berlawanan dengan kasus kista fungsional, biasanya ada jenis kista yang mengandung sel yang tidak normal. dan sebagian kecil dari kasus biasanya memiliki sel yang tidak nornal yang sifatnya bertindak sebagai penyakit kanker.

Penyebab kista indung telur tergantung dari kategori penyakitnya. Penyebab kista indung telur adalah :

  1. Penyakit kista fungsional
    Untuk penyebab kista indung telur fungsional merupakan salah satu bagian dari siklus haid. Dan penyakit kista yang paling umum terjadi ini biasanya akan hilang dengan cepat dan tidak akan berbahaya. Penyebab kista indung telur fungsional ini terbagi menjadi 2 jenis yakni adalah penyakit kista korpus luteum dan juga kista folikel. Korpus luteum adalah selyang bisa menghasilkan hormon estrogen dan progesteron setelah terjadinya pelepasan dari sel telur. Disaat lubang keluar dai rsel telur dibagian korpus luteum ini mengalami sumbatan, maka penumpukan cairan juga akan terjadi. Dan hal inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya korpus luteum yang lama kelamaan akan berkembang menjadi penyakit kista.
    Untuk jenis kista fungsional jenis kedua adalah penyakit kista folikel. Dan didalam ovarium, sel telur yang semakin berkembang didalam struktur yang lebih dikenal dengan folikel. Dan untuk enyakit folikel yang terbentuk disaat folikel mengalami suatu gangguan sehingga tidak dapat melepaskan sel telur. Dan folikel pun juga akan mengalami pembengkakan akibat banyaknya cairan dan juga berpotensi besar berubah menjadi suatu kista. Penyakit kista foikel yang bisa hilang sendiri selama beberapa minggu.
  2. Penyakit kista indung telur dengan sel abnormal
    untuk Penyebab kista indung telur yang satu ini tidak ada hubungannya dengan siklus haid dan akan muncul karena adanya suatu pertumbuhan sel yang tidak normal. dan sebagian kecil penyakit kista yang satu ini bersifat kanker.

Penyebab kista indung telur tidak ada hubungannya dengan siklus haid adalah :

  1. Kista dermoid
    Penyebab kista indung telur untuk jenis ini biasanya adalah kista dengan sel abnormal yang banyak terjadi untuk wanita yang berusia dibawah 40 tahun.
  2. Kista adenoma
    penyebab kista indung telur yang satu ini biasanya banyak ditemukan pada wanita yang berusia diatas 40 tahun dan terbentuk akibat dari sel-sel diluar jaringan ovarium.

Biasanya penyebab kista indung telur akan hilang sendiri tanpa mendapatkan penanganan yang khusus. Namun ada beberapa hal yang bisa menentukan langkah pengobatan :

  1. Ada atau tidaknya gejala yang muncul karena penyakit kista ovarium
  2. Ukuran dari penyakit kista
  3. Apakah penderita sudah melewati masa menopausenya.

Penderita yang sudah melewati masa menopause yang memilikii resiko tinggi untuk para pengidap penyakit kanker ovarium. Dan oleh sebab itulah, supaya penyakit kista tidak semakin berkembang menjadi penyakit kanker, maka penyebab kista

Pengobatan yang dilakukan untuk mencegah penyebab kista indung telur adalah melakukan pemantauan rutin. Pemantauan rutin yang dilakukan biasanya jika ada penyakit kista tanpa suatu gejala yang terdteksi. Dan penyakit kista ini biasanya membutuhkan suatu penanganan yang khusus dan bisa hilang sendiri selama beberapa minggu. Untuk membantu memastikan, maka Anda bisa melakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu.

Jika Anda mengalami penyakit kista dengan ukuran yang besar dan semakin berkembang lama kelamaan dan menyebabkan munculnya gejala, maka biasana dokter spesialis ginekologi akan menganjurkan Anda dalam menjalani tindakan operasi. Operasi yang dilakukan adalah operasi pengangkatan kista yang kecil yang dapat dilakukan dengan jalan operasi lubang kunci atau yang lebih dikenal dengan istilah laparoskopi. Didalam laparoskopi, sayaran yang dibuat biasanya hanya sekitar 1 cm saja ukurannya. Dan sedangkan untuk penyakit kista yang besar, yang diperkirakan mengandung kandungan sel yang tidak normal, operasi dengan menggunakan sayatan yang lebih besar lagi atau laparotomi biasanya yang harus dilakukan.

Semua operasi yang dilakukan pastinya mempunyai resiko, dan termasuk diantaranya adalah operasi utnuk penyakit kista ovarium. Jika komplikasi sudah terjadi, maka pasien harus melakukan pemeriksaan ke dokter.

Itulah informasi mengenai penyebab kista indung telur, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Penyebab Kista Indung Telur

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kista Indung Telur pada Kehamilan

Kista Indung Telur pada Kehamilan Pada penderita penyakit kista ovarium yang tidak menutupi suatu kemungkinan untuk mengalami kehamilan karena kista yang ukurannya masih kecil dan juga tidak akan mempengaruhi kesuburan wanita. Misalnya adalah seperti kista fungsional yang kebanyakan ditemukan oleh kaum wanita pada umumnya. Jenis penyakit kista tidak tidak akan mengganggu kesehatan tubuh dan biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan masa siklus haid datang. Kista fungsional yang akan tumbuh setiap bulannya dan juga akan pecah dengan sendirinya di masa subur untuk melepaskan sel telur pada waktunya supaya siap untuk dibuahi oleh sel sperma. Dan jika sudah pecah, maka kista fungsional tadi akan berubah menjadi kista folikuler yang kemudian akan hilang di masa menstruasi.

Kista Indung Telur pada Kehamilan

Kista Indung Telur pada Kehamilan

Penyakit Kista Indung Telur pada Kehamilan

Tiap wanita pasti mempunyai dua indung telur, dimana jika penyakit kista indung telur pada kehamilan ditemukan di salah satu indung telur, maka masih ada kemungkinan untuk bisa hamil di indung telur yang lain. Penyakit kista indung telur pada kehamilan yang beresiko menyebabkan suatu hal yang berbahaya.

Pemicu dari terjadinya kista indung telur pada kehamilan semakin membesar adalah hormon. Hormon di masa kehamilan itu sendiri. Disaat penyakit kista indung telur pada kehamilan bisa mengakibatkan letak janin didalam rahim berubah menjadi tidak normal. Dan biasanya, memasuki di usia kehamilan pada trisemester akhir, posisi janin yang sudah menuju ke jalan lahir. Namun karena terdorong oleh adanya penyakit kista induung telur pada kehamilan, maka letaknya akan berubah menjadi arah melintang dan juga miring. Akibatnya pasti bisa mempengaruhi proses persalinan yang berlangsung.

Walaupun begitu, sebaiknya jangan terburu-buru menganggap bahwa hal yang harus dilakukan adalah pengangkatan kista. Tindakan yang dilakukan dengan jalan pengangkatan ksta ini tergantung dari seberapa besarnya penyakit kista indung telur dan juga di usia kehamilan. Dan disaat ksta mempuyai ukuran sampai mencaoai 3-4 cm, dan sudah diketahui keberadaan dari kista indung telur pada kehamilan, maka hal yang boleh dilakukan adalah pengangkatan kista di masa kehamilan yang juga sudah memasuki usia 14 minggu.

Dengan melakukan pengangkatan kista indung telur pada kehamilan 14 minggu merupakan suatu hal yang dianggap aman untuk ibu hamil kafrena plasenta yang sudah terbentuk dengan baik sehingga bisa mengambil alih fungsi dari ovarium untuk membantu mempertahankan hormon di masa kehamilan Anda. Dan sebaliknya adalah, jika tindakan pengangkatan kista indung telur pada kehamilan ditunda, justru akan menimbulkan suatu resiko keguguran pada ibu hamil jika kista terpuntir dan juga pecah. Karena kondisi seperti ini akan menimbulkan munculnya rasa nyeri serta melilit yang muncul dengan amat sangat.

Tetapi, jika penyakit kista indung telur pada kehamilan baru diketahui saat masa kehamilan di trisemester kedua, maka sebaiknya ibu hamil melakukan suatu pengamatan terlebih dahulu, jika ukuran dari kista tidak semakn membesar, maka tindakan dari pengangkatan kista ini dapat dilakukan setelah proses persalinan berlangsung. Dan apalagi jika masa kehamilan ini merupakan kehamilan yang pertama kalinya untuk ibu hamil, dan ingin melahirkan secara normal.

Berbeda dengan tindakan jika tiba-tiba saja kista pecah, maka hal yang harus dilakukan adalah operasi pengangkatan kista yang harus segera dilakukan. Dan harus diketahui, jika pengangkatan kista ovarium atau indung telur di masa kehamilan tidak akan mengganggu janin Anda dan tidak menyebabkan terjadinya keguguran. Karena keberadaan dari kista indung telur pada kehamilan serta janin itu berbeda. Janin yang ada pada rahim, sedangkan kista ada di ovarium atau indung telur. Selain itu, tindakan dari pengangkatan kista yang dilakukan adalah bertujuan untuk membantu menyelamatkan janin, karena jika kista tidak segera diangkat maka akan menimbulkan terjadinya komplikasi selama masa kehamilan berlangsung.

Adapun gejala yang akan dirasakan adalah Anda akan merasakan nyeri perut dibagian bawah, mengalami mual-mual, dan juga demam ringan. dan untuk kondisi tertentu, jika kista pecah, maka Anda akan mengalami muntah yang disertai dengan munculnya rasa nyeri tidak tertahankan pada bagian bawah perut Anda. Gejala dari penyakit kista yang satu ini sering disebut dengan ruptur kehamilan ektopik, atau kehamilan di luar kandungan. Dan bahaya yang muncul dari jenis kista ini adalah menimbulkan gangguan pada janin, sehingga akan mengakibatkan pertumbuhan bayi terhambat sehingga akan membuat resiko kematian didalam rahim.

Dokter akan menyarankan melakukan pemeriksaan secara teratur pada dokter kandungan Anada, dan jika memang ada suatu masalah selama masa kehamilan berlangsung, maka segera lakukan konsultasi. Walaupun di usia kehamilan muda yang ditemukan adalah adanya suatu bentuk kista yang belum tentu itu merupakan penyakit kista yang berbahaya, karena bentuk dari kista ini lebih mirip dengan corpus luteum. Oleh sebab itulah, sebaiknya Anda jangan merasa khawatir dengan bahaya kesehatan Anda dan janin. Karena tidak selamanya bahwa penyakit kista di masa kehamilan menimbulkan terjadinya keguguran. Namun bukan berarti, bahwa Anda menjadi tidak peka dengan gejala awal dari penyebab pertumbuhan kista fisiologis yang lebih mengarah pada terjadinya penyak kista patologis atau berbahaya.

Kista Indung Telur pada Kehamilan

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Indung Telur

Indung telur adalah rongga berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Penyakit kista indung telur di sebut juga kista fungsional karena terbentuk setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi. Kista fungsional akan mengkerut dan menyusut setelah beberapa wakti (setelah 1-3 bulan), hingga biasanya dokter yang mencurigai terbentuk kista menganjurkan penderita melakukan control kembali 3 bulan kemudian. Selama waktu menunggu tersebut. Kadang-kadang dokter menganjurkan penderita agar minum pil KB agar tidak terjadi ovulasi.  Demikan pula yang terjadi bila seorang perempuan sudah menopause, kista fungsional tidak terbentuk. Untuk meyakinkan azpakah perempuan mengidap kista, dokter melakukan pemeriksaan sonogram.

Gejala utama penyakit kista indung telur yang mengalami keganasan adalah tumor di dalam perut yang cepat membesar, dapat pula muncul anak sebar terutama sekitar organ perut. Keganasan indung telur dapat menimbulkan penyulit tambahan berupa asites (cairan yang dikeluarkan oleh sel ganas dan tertimbun di dalam perut), pada anak sebar ke sekitar jaringan dapat menimbulkan pembengkakan tungkai bawah. Pada wanita yang telah mati haid, bila masih teraba indung telurnya (seharusnya tidak teraba), harus ada kecurigaan terhadap keganasan. Wanita yang mengidap keganasan indung telur badan bagian atas tampak kurus sedangkan bagian bawah perutnya membesar, terdapat pembengkakan tungkai bawah karena timbunan cairan. Ini adalah keganasan indung telur stadium lanjut. Untuk membuat ketetapan keganasan dini, memang sulit pada keganasan indung telur dan sebagian besar pasien datang pada stadium yang sudah lanjut. Bila dijumpai keganasan dalam stadium dini sebagian besar dijumpai secara kebetulan saat melakukan operasi tumor indung telur dalam bentuk kista atau tumor padat.

Penyebab utama tumbulnya kista belum diketahui secara pasti. Namun demikian, diduga salah satu penyebab timbulnya penyakit kista indung telur muncul dari rongga seperti kantung tempat tumbuhnya sel telur. Kista pada indung telur bisa muncul secara normal selama siklus menstruasi dan hilang dengan sendirinya  sebelum memasuki siklus menstruasi berikutnya. Kista tersebut juga dapat menyebar hingga ke leher rahim dan diskitar rahim.

Karsinoma indung telur sebagian besar sudah terlambat atau stadium yang tinggi. Diagnosis dini sangat sulit, sebagian besar dijumpai secara kebetulan saat melakukan operasi tumor indung telur dalam bentuk kista atau tumor padat. Karsinoma indung telur sebagian besar ditemukan sudah terlambat atau stadium yang tinggi. Diagnosis dini kista indung telur sangat sulit, sebagian besar pasien terlambat datang memeriksakan diri. Begitu  pasien datang memeriksakan diri sudah dalam stadium lanjut atau stadium IV. Oleh karena tu, keganasan indung telur disebut silent killer atau pembunuh berdarah dingin.

Pengobatan kista indung telur melalui operasi, tetapi sebagian sudah tidak mungkin dilakukan operasi karena besarnya keganasan serta sudah menyebar ke berbagia tempat. Tindakan operasi “sito reduksi” atau debulking artinya melakukan operasi dengan tujuan memperkecil besarnya tumor ganas itu, sehingga dapat dilakukan pengobatan dengan radiasi atau pemberian kemoterapi. Hasilnya tidak memuaskan.

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Kista Indung Telur

1. Kista Folikel

Kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 60 hari. Tetapi harus tetap dikonsultasikan pada dokter.

2. Kista Lutein

a. Kista granulose lutein, yang sering terjadi pada wanita hamil akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi.

b. Kista teka lutein, akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan

3. Kista Polikistik Indung Telur

Untuk kista yang persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit. Bagi wanita yang menjalani operasi kista indung telur, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.

Pengobatan secara tradisional juga bisa dilakukan dengan ramuan tanaman berkhasiat obat.

Berikut ini beberapa contoh resep/ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista ovarium/indung telur :

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

– 60 gram temu putih segar
– 15 gram sambiloto kering

Cara Pemakaian :

– Semua bahan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc
– Lalu disaring airnya
– Kemudian diminum 2 kali sehari
– Setiap kali minum 150 cc

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

– 30 gram daun dewa segar
– 50 gram temu mangga
– 5 gram daging buah mahkota dewa kering

Cara Pemakaian :

– Semua bahan di cuci bersih
– Lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa setengahnya
– Kemudian disaring
– Airnya diminum untuk 2 kali sehari
– Masing-masing 200 cc

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala-Gejala Kista Indung Telur

Kista ovarium seringkali tidak menunjukkan gejala apapun, bahkan bisa menghilang tanpa disadari. Jika suatu kista menyebabkan gejala, yang paling sering timbul adalah nyeri pada perut atau pelvis.

Rasa nyeri tersebut dapat disebabkan oleh :

– Pecahnya kista

– Pertumbuhan yang cepat dan peregangan

– Perdarahan kedalam kista, dan

– Pelintiran dari kista sekitar suplai darahnya, atau yang lebih dikenal dengan nama torsion

Namun jika seorang wanita memiliki salah satu atau beberapa gejala seperti di bawah ini, maka sangat penting untuk segera memeriksakannya.

Gejala kista dan tumor ovarium meliputi:

– Berat badan bertambah

– Nyeri selama berhubungan intim

– Mual atau muntah

– Kehilangan nafsu makan, cepat merasa kenyang

– Menstruasi yang nyeri dan perdarahan yang tidak wajar.

– Kesulitan miksi (buang air kecil), atau terdesak untuk selalu ingin buang air kecil.

Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab timbulnya kista indung telur. Namun mereka telah mengindentifikasi beberapa faktor resiko yang terkait dengan kista indung telur tersebut, antara lain :

1. Usia, kista indung telur biasanya terjadi pada wanita usia 30 tahun sampai 40 tahun

2. Obesitas, wanita gemuk memiliki lemak yang berlebih di dalam tubuh. Ketidakseimbangan asupan lemak dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dalam tubuh. Akibatnya, hormon estrogen dalam tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Inilah yang dapat memudahkan tumbuhnya kista.

3. Faktor Keturunan, riwayat keluarga ada yang memiliki kista ovarium

4. Tidak memiliki anak atau tidak menyusui. Namun, menggunakan pil KB memiliki efek untuk menurunkan risiko terjadinya kista

5. Menggunakan obat-obatan fertilitas/kesuburan, seperti clomifene

6. Terapi pengganti hormonal

7. Merokok

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Kista Indung Telur

Kista indung telur adalah suatu gangguan atau kelainan yang ditandai dengan adanya kantong berisi cairan di indung telur. Kelainan ini bukan merupakan kanker atau keganasan, namun sering mengganggu.

Bila kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa hal itu bukan kanker. Kista yang besar atau kista yang berjumlah banyak dapat menyebabkan perut wanita membuncit. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul, sakit pinggang dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Secara umum kista indung telur disebabkan oleh gangguan pembentukan hormone pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri. Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama masa kehamilan.

Berikut ini adalah macam-macam kista indung telur :

1. Kista Folikel

Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat didaerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu).

2. Kista Lutein

Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah :

a. Kista Granulose Lutein

Kista granulose lutein terjadi dalam korpus luteum indung telur yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6cm yang menyebabkan rasa tidak enak didaerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut.

Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

b. Kista Theca Lutein

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormone.

3. Kista Polisistik Indung Telur

Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan (infertilitas, yaitu ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Penyakit polisistik indung telur juga merupakan penyebab utama dari abnormalitas endokrin.

Pemeriksaan kista indung telur dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista indung telur, dokter akan melihat indung telur melalui ultrasound, laparoskopi atau melalui operasi.

Posted in Kista Indung Telur | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment